header-int

MikroTik Academy SMK Negeri 1 Susukan

Senin, 28 Okt 2019, 20:04:50 WIB - 29 View
Share
MikroTik Academy SMK Negeri 1 Susukan

MikroTik sebagai salah satu perusahaan unggul dalam bidang jaringan tidak mau kalah dengan vendor lainnya dalam kontribusi di dunia pendidikan. Perusahaan ternama ini menyelenggarakan program MikroTik Academy.

MikroTik Academy adalah program yang dikhususkan kepada institusi pendidikan seperti Universitas, Institut, Akademi, Sekolah Menengah Kejuruan, dan institusi pendidikan lainnya yang bersifat resmi. Jadi program ini tidak ditunjukkan kepada lembaga seperti pusat pelatihan walaupun sama-sama bergerak di bidang pendidikan. Program ini merupakan program ekslusif CSR dari MikroTik untuk dunia pendidikan.

MikroTik Academy SMK Negeri 1 Susukan adalah program kerjasama SMK Negeri 1 Susukan dengan MikroTik, sebuah perusahaan produsen router (baik hardware maupun software) di Latvia, Eropa. Melalui program kerjasama ini, SMK Negeri 1 Susukan memiliki izin resmi dari MikroTik untuk mengadakan training dan ujian sertifikasi kompetensi MikroTik Certified Network Associates (MTCNA) ekslusif bagi siswa-siswi Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 1 Susukan. Sertifikat kompetensi dan gelar MTCNA diakui dan berlaku secara internasional. Dengan dipakainya router MikroTik dari lingkup perusahaan kecil (small office home office) hingga perusahaan besar (enterprise) di seluruh penjuru dunia, lulusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Susukan pemegang sertifikat kompetensi MTCNA siap bersaing di dunia kerja global. 


MikroTik berasal dari kata mikrotikls yang berarti "network kecil" dalam bahasa Latvia.  MikroTik dengan trademark MikroTik, RouterOS dan RouterBOARD  merupakan perusahaan kecil yang berlokasi di Riga, ibukota Latvia bersebelahan dengan Rusia dan memiliki lebih dari 70 karyawan. Mikrotik pertama kali digagas pembuatannya pada tahun 1996 oleh dua orang hebat bernama John Trully dan Arnis Riekstins. Kedua orang ini berasal dari Negara Moldova tepatnya kota Riga, sebuah negara pecahan Uni Soviet. Kedua orang tersebut memulai sejarah Mikrotik dengan membangun sebuah perangkat hasil dari perpaduan antara 2 buah sistem operasi (Linux dan MS DOS) dan teknologi Wireless LAN atau WLAN Aeronet yang memiliki kecepatan 2Mbps.

MikroTik mempunyai motto "Routing The Word" yang sesuai dengan ambisi mereka yaitu membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Sekitar tahun 1997 MikroTik membuat sistem RouterOS perangkat lunak yang menyediakan stabilitas yang luas, kontrol, dan fleksibilitas untuk semua jenis interface data dan routing. Pada tahun 2002 MikroTik memutuskan untuk membuat perangkat keras sendiri  yang mempunyai kemampuan handal sebagi mesin Router , dan merek RouterBOARD akhirnya lahir.

Di seluruh dunia terutama di Indonesia perangkat MikroTik sangat banyak digunakan oleh Small Office Home Office (SOHO) dan Enterprise (small, medium, maupun large size). Banyak perusahaan di Indonesia yang menggunakan perangkat jaringan Mikrotik sebagai infrastruktur IT-nya, hal ini memaksa para teknisi jaringan (network engineer) mau tidak mau harus memahami "apa dan bagaimana" perangkat-perangkat MikroTik bekerja. Lalu bagaimana cara seorang teknisi jaringan dapat dikatakan paham tentang mikrotik? Jawabannya adalah dengan "sertifikasi".

Berbicara tentang konfigurasi sebuah perangkat tampaknya belum lengkap kalau tidak membicarakan sertifikasinya. Pasalnya sertifikasi menjadi tolak ukur kemampuan seseorang dalam "memainkan" perangkat tersebut dalam hal ini adalah perangkat mikrotik. Dalam dunia IT sertifikasi sangat penting karena merupakan suatu nilai lebih dari pemegang sertifikasi tersebut. Selain itu sertifikasi merupakan pengakuan dari vendor atau asosiasi terhadap kemampuan dari pemegang sertifikasi pada bidang tertentu

MikroTik saat ini menawarkan program sertifikasi yang ditujukan kepada teknisi jaringan dalam mengelola jaringan dengan menggunakan perangkat dari MikroTik. Sertifikasi MikroTik yang tersedia untuk teknisi adalah MTCNA, MTCRE, MTCWE, MTCTCE, MTCUME, dan MTCIPv6E. Untuk mendapatkan serfikasi di level yang lebih atas maka peserta harus memperoleh terlebih dahulu sertifikasi di level yang lebih bawah. Umur dari sertifikasi MikroTik adalah 3 tahun sejak tanggal sertifikat dikeluarkan. Berikut adalah skema sertifikasi MikroTik :


MTCNA – MikroTik Certified Network Associate
MTCRE – MikroTik Certified Routing Engineer
MTCWE – MikroTik Certified Wireless Engineer
MTCTCE – MikroTik Certified Traffic Control Engineer
MTCUME – MikroTik Certified User Management Engineer
MTCIPv6E – MikroTik Certified IPv6 Engineer
MTCINE – MikroTik Certified Inter-networking Engineer
MTCSE – MikroTik Certified Security Engineer
MTCASE – MikroTik Certified Advanced Security Engineer

Sumber :
https://teknik.ump.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=167&Itemid=193

SMKN 1 Susukan SMK Negeri 1 Susukan
Jl. Raya Susukan - Brengkok, Kab. Banjarnegara
Jawa Tengah 53475. Telp 0811 258 7000
Web: smkn1susukan.sch.id | e-mail: smkn1susukanbanjarnegara@gmail.com
© 2019 SMK Negeri 1 Susukan. All Rights Reserved. Follow Ekansa : Facebook Twitter @smkn1susukan Channel SMKN 1 Susukan